Kamis, 28 Maret 2013

Bunga Rampai Dakwah


            Masih terngiang-ngiang heroiknya reformasi sejak 15 tahun yang lalu, yang mana digaungkan oleh Pemuda yang seyogyanya tidak akan pernah berhenti  menorehkan tinta sejarah, dengan semangat yang mengusung misi perubahan dari jiwa pemuda saat itu dan tak terlupakan kita sekarang yang notabennya adalah pemuda.
            Perubahan perekonomian yang cukup membuat ketar-ketirnya pemerintahan orde baru. Nampaknya adalah momentum tepat masa itu untuk reformasi. Sebut saja KAMMI “ Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia” , betapapun tidak sebuah organisasi yang baru seumur jagung terbentuk pada 29 Maret 1998 dan bahkan ia masih putik yangs sangat kecil, mampu menggulirkan pemerintahan militer Soeharto pada 21 Mei 1998.
            Pemerintahan yang berkuasa lebih kurang 32 tahun ini dibuat runtuh oleh sebuah perlawanan kalangan muda masa itu. Jika kita fleshback kembali pada sejarah di mana Soekarno tahun 1966 digulirkan oleh pemuda, maka pemerintahan orde baru menjadi lebih preventif lagi. Terbukti dengan diberikan hadiah yang mengejutkan bagi para aktivis kampus, khusunya dewan mahasiswa( DEMA) dan Senat Mahasiswa ( BEM) serta banyak aktivitas yang dibatasi ruang geraknya, serta takti dari presiden yang menginginkan kampus sebagai tempat menuntut ilmu bukan sebagai pengkritik kebijakan pemerintah, tentu hal ini menjadikan posisi student government menjadi rancu masa itu serta banyak . Bukan untuk mengurusi Negara serta peraturan yang sangat membuat gerak dari berbagai ormawa hampir dikuasai oleh dosen, terutama kaum militer yang mulai menginjakkan kakinya dan mencengkram leher tubuh kampus.
            Fenomena yang terjadi di masa lalu fase Soekarno menjadi pijakan awal dari pemerintah masa itu. Yang mana mereka harus membuka mata lebar-lebar. Untuk melek dalam perjalanan di dalam kampus. Awal dari angkatan itu ada pada 08 Budi Utomo, angkatan 1928 lahirnya Sumpah Pemuda,1945 Awal kemerdekaan,1966 itu adalah angkatan pemula yang menurunkan kepemerintahan Soekarno seorang proklamator, 1974 , 1978 dan 1998’ dan fase 1998 itu adalah fase lahinrya romantika pergerakan mahasiswa.
            KAMMI yang mengambil peran dalam reformasi menunjukan betapa sebuah organisasi yang seumur jagung ini memliki peran penting dalam sejarah. Sebuah refleksi dari MILAD ke-15 ini menunjukan KAMMI memiliki bibit-bibit unggul untuk Indonesia menjadi tonggak awal dari kemajuan bangsa dengan mengususng BUNGA RAMPAI DAKWAH ( Buku, Ngaji, Ramah Pandai dalam Berdakwah) sebagai bentuk ruh Perbaikan Bangsa INDONESIA.

# Membumikan Islam dalam Bingkai Muslim Negarawan
KAMMI Al Quds

Kamis, 21 Maret 2013

Bahaya Lisan dan Keutamaan menjaganya




Meninggalkan perkataan yang tiada berguna itu akan membuahkan kata-kata yang bijak. Sedangkan meninggalkan pandangan yang tidak berguna itu akan membuahkan kekhusyukan dan ketakutan terhadap ALLAH SWT. Meninggalkan makan yang berlebihan akan membuahkan kenikmatan dalam ibadah. Meninggalkan tawa yang berlebihan akan membuahkan wibawa. Meninggalkan kecendrungan pada yang diharamkan ALLAH Ta’ala. Meninggalkan sikap mencari keslahan orang lain akan membuahkan hilangnya aib sendiri. Dan meninggalkan buruk sangka kepada ALLAH akan melenyapkan sifat ragu, syirik dari hati” (Kata Bijak)
Ada sebuah kisah menarik di zaman Rasulullah Saw, Manakala di hari itu Rasul tak melihat Ka’ab. Kemudian Rasulpun bertanya kepada sahabat, “wahai Sahabat dimana kah gerangan Ka’ab..?”. Lantas sahabat berkata bahwa “Ka’ab sedang sakit ya Rasul”.  Rasulpun bersegera untuk menjenguk  Ka’ab dan berkata “ Wahai Ka’ab Bergembiralah”.
Mendengar perkataan ibunda ka’ab spontan berkata “Selamat Engkau memperoleh surga, wahai Ka’ab”.
Rasullullah saw lalu bertanya “ Siapa yang berucap seperti itu terhadap ALLAH.? “
Ka’ab menjawab. Itu Ibuku”
 Rasulullah saw. Lalu berkata, “ Bagaimana engkau tahu, wahai ummu Ka’ab? Barangkali Ka’ab pernah mengucapkan perkataan yang tidak pantas, atau mendengarkan sesuatu yang tidak pantas. Lalu Rasulullah saw pun bersabda, “ Ibadah itu ada Sembilan bagian dalam bentuk diam, dan satu bagian dalam bentuk menjauhi manusia”
Dalam sebuah hikmah dijelaskan, “ Sembilan dari sepuluh bagian ibadah itu ada dalam diam”. Dan diceritakan juga dalam kisah  wanita suci Maryam yang bernazar tidak akan berkata apapun dan ia menahan lidahnya karena ALLAH Ta’ala atas fitnahan, cacian dan makian yang ia terima karena melahirkan seorang anak tanpa memilki seorang ayah. Maka ALLAH pun membuat bicara lidahnya seorang bayi (Isa as) yang sebenarnya tidak bisa bicara. ALLAH telah membuatnya bicara karena Maryam.


Rabu, 20 Maret 2013

Rahim Ibu Pertiwi, masihkah mampu melahirkan pemimpin..??



Gejolak yang terjadi saat ini, lengkap dengan potret kepemimpinan yang ada. Gelanggang politik yang makin terlihat serta percaturan yang saling menghancurkan satu sama lain sudah mulai mencuat kepermukaan, moment 2014 ialah moment pengkaryaan dan pencitraan. Masing-masing pemilik tampuk kekuasaan dalam tubuh indonesia saat ini saling unjuk gigi. Mereka memperlihatkan keunggulan satu sama lain, dan saling siku menyikut menjatuhan satu sama lain.
Mereka yang berkuasa, makin apik bermain dengan segenap kelebihan materi yang mereka miliki. Nampaknya Politik saat ini sudah sangat mahal dan elite. Tak butuh orang yang berkantong tipis, tapi yang dibutukan orang yang berkantong tebal dan berpakaian necis. Fakta yang ada, banyak sekali para calon wakil rakyat yang tak terpilih histeris dan bunuh diri, karena uang yang mereka gunakan untuk kampanye tidak sedkiti. Bahkan ada yang sudah menjualkan hartanya ataupun menggadaikan rumahnya. Hingga manakala kegagalan yang ia dapatkan menghasilkan beban psikis dan materi, banyak yang bunuh diri, stress dan bahkan suami menjual istri.
Ironis memang, betapa fenomena ini menjadi fenomena yang biasa, utamanya pasca pemilu. Sepertinya masyarakat saat ini merasa tak tabuh lagi. Pendidikan yang makin carut marut, permasalahan ekonomi yang tak berkesudahan, hutang luar negeri yang setiap tahun makin menumpuk. Korupsi di mana-mana serta minimnya karakter pemimpin yang mampu memberikan solusi dalam permalsahan yang ada.
Krisis kepemiimpin yang ada saat ini, membentuk opini-opini dalam public. Semakin melihatkan betapa buruknya sisitem demokrasi yang ada. Demokrasi seperti alat untuk mendapatkan sebuah hak kekuasaan dan untuk melegalkan apa yang mereka ingin kan. Seperti halnya saat ini, sudah kita ketahui bersama bahwa saat ini untuk menjadi pejabat pemerintah harus mengeluarkan kocek yang besar. Jadi nanti ketika ia menjabat, ia harus mengembalikan modal terlebih dahulu, dan bagaimana ia mau berfokus terhadap kinerjanya, sedangkan yang ia pikirkan saat ini adalah bagaimana mengembalikan uang kampanye dengan proyek-proyek yang ada.
Masih banyak lagi kebobrokan yang lain, system dinasti yang dipakai. Banyaknya kolega dan kalangan keluarga yang menjadi bagian dari struktur ketika menjabat menjadi pejabat pemerintah, sehingga dapat dikatakan bahwa pemerintahan saat ini sudah menjadi milik keluarga seperti Dinasti yang ada pada fase terdahulu. Miris memang melihat kenyataan yang ada. Terkadang menimbulkan pertanyaan besar dalam ruang hati ini, semakin  tak karuannya politik negeri ini.

Mencari sosok pemimpin yang berintergritas, loyalitas dan amanah..??

#KAMMI karantina Pemimpin MASA DEPAN...





Senin, 18 Maret 2013

MENJADI PEMIMPIN MASA DEPAN..



                Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (Qs. Al-Baqarah : 30).
                Telah jelas sekali bahwasanya Allah Swt, menciptakan manusia. Lengkap dengan segenap kemampuan yang dimiliki. Hingga mampu mengemban amanah menjadi seorang khalifah dimuka bumi ini. Karena, manusia diberi akal pikiran dan diberikan fisik yang sempurna. Hingga tak heran pada saat iblis disuruh untuk bersujud dengan Nabi Adam as, ia menolak dan berkata dengan angkuh bahwa dialah makhluk yang sempurna dari pada Nabi Adam as. Sesungguhnya Allah maha mengetahui siapa yang lebih pantas dan siapa yang lebih baik, manusia yang telah dikaruniai akal pikiran dan segenap kemampuan hingga mampu mengelola bumi ini, dengan kemampuan akal pikiran yang ia miliki. Menempatkan manusia pada posisi sempurna disbanding dengan makhluk lainnya.
               

Ada Apa Dalam Media Saat Ini...??



Berita yang ditampilkan dalam media masa saat ini begitu ramai, mulai dari media cetak (Koran misalnya), media elektronik (Tv, Radio), dan tak luput internet sebagai media terpopuler yang sering dikunjungi oleh pengggunanya. Mereka berlomba-lomba menampilkan berita, mulai dari yang biasa hingga yang kontroversional. Tujuannya tak lain agar beritanya laku di pasaran di mana masyarakat merupakan objek sasaran penjualan berita. Bahkan dalam berita yang di tampilkan sering terjadi dualisme pendapat, yang salah bisa menjadi benar dan yang benar bisa menjadi salah. Ya, itulah untungnya memilki media, mereka yang memilki media, mereka yang berkuasa.  Serta sebagai alat politik. Namun, tak sadarkah penikmat berita itu bukan hanya orang yang memilki pendidikan tinggi saja. Tapi, masyarakat awampun seakan tak ingin ketinggalan berita, yang terlihat mereka seakan memahami berita yang ada, serta membentuk opini-opini berdasarkan asumsi pribadi. Tanpa bekal pemahaman yang jelas.
Jika kita bayangkan, anak kecilpun sebenarnya sudah terkonteminasi oleh berita-berita yang semakin hari tak karuan. Bahkan anak kecilpun sudah banyak yang mengenal Gayus Tambunan, apa lagi setelah keluarnya lagu Gayus Tambunan, makin terkenallah dia. Poltisi Demokrat Anas Urbaningrum, bahkan adikku yang saat ini kelas 1 SD pun sudah tau dengan Angelia Sondakh. Tiap kali aku menonton acara berita di televisi, dia langsung tau dengan nama-nama wakil rakyat yang tersandung korupsi seperti: Angelia Sondakh. Sontak aku terkejut, betapa media memiliki pengaruh besar terhadap mengakarnya suatu berita.

MUSKOM XI KAMMI AL-QUDS


MUSKOM XI KAMMI komisariat Al- Quds
Napak tilas perjalanan ketua umum periode 201-2012 dan 2012-2013 Rizky Randal Cameron membawa sebuah nostalgia, hari ini 10 Maret 2013 telah dilantiknya Ketua Umum baru, akhina Hayrunizar Fakultas Pertanian Jurusan Agroekoteknologi 2010.
Detik yang menegangkan, manakala saat moment akan dipilihnya ketua baru ini, pasalnya dari dua nama yang keluar. Hayrunizar dan Ilham Apriliya Wahyudi, kedua nama ini merupakan nama yang cukup fenomenal di kalangan kader Komisariat Al-Quds ini sendiri.
Ilham Aprilya Wahyudi yang menggawangi Kepala Departemen Kaderisasi, yang terbukti saat ini regenerasi dan pengrekrutan kader yang cukup secara kuantitas untuk bergerak dan terbilang kader sudah merasakan kedekatan terhadap KAMMI ini sendiri, khususnya hubungan yang cukup erat diantara kader-kadernya dan ini adalalah salah satu keberhasilan beliau dalam menjawab kegelisahan yang beliau alami selama menjadiKepala Departemen Kaderisasi. Keberhasilan beliau perlu diapresiasi, berawal dari kegelisahan terhadap kader yang minim, sekarang terpenuhi dengan jumlah kader yang cukup banyak, serta dapat dikatakan kader-kader saat ini cukup mempunyai kualitas yang memadai.
Jika tadi meninjau dari al akh Ilham, maka sekarang kita membahas Hayrunizar. Kakak kita satu ini, bukan hanya terkenal dengan Tape ( Tanpa Ekspresi) tetapi beliau dikenal dengan Analisis yang tajam dan penyampaian kalimat ataupun pembahsan yang terkait secara lugas dan mudah dicerna. 9 bulan menjadi Kepala Departemen Kebijakan Publik membuatnya banyak belajar, hingga saat ini terlahirlah sosok Hayrunizar yang secara pemikiran-pemikiranya patut diacungi jempol, sejatinya kita sangat membutuhkan sosok pemimpin yang seperti beliau.
Terpilihnya Hayrunizar menjadi Ketua Umum KAMMI komisariat Al- Quds tidak secara serta merta, melalui perundingan panjang serta pertimbangan yang matang. Karena yang dibutuhkan kedepan, pemimpin harus mampu membaca situasi dan kondisi, serta memilki pemikiran-pemikiran brilian yang ahli dalam strategi dan analisis.