Rabu, 29 Mei 2013

Pers Bumi Putra


Sejarah Nasional Indoensia IV
Analisis Perkembangan Pers Bumiputra di Hindia-Belanda





Di susun oleh :
MAYANG INDAH (06111004001)


Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Program Studi Pendidikan Sejarah
Univeristas Sriwijaya
2013

Senin, 27 Mei 2013

Bayang-bayang yang Masih Terngiang

Hari ini kembali terlintas kenangan-kenangan manis dalam benak ini, manakala memori ini kembali mengingat moment-moment kelulusan pada saat masuk perguruan negeri tinggi. Nostalgia masa lalu memang memberikan sentuhan yang menakjubkan, mulai dari euphoria, suka dan dukanya.
            Masih segar dalam ingatan, betapa aku menyusun rencana-rencana dengan berbagai macam opsi untuk masuk ke perguruan tinggi negeri , salah satunya aku mengambil langkah mengikuti bimbel di Palembang, tepatnya di Puntik Kayu. Yaa di sana aku tingga bersama orang-orang baru. Saat itu dibantu oleh sepupuku yang tak lain berkuliah di Universitas yang menjadi salah satu sasaranku, tepatnya ia berada di program studi keperawatan. Dia yang membantu mencari tempat kost, tempat bimbel, dan aku diantar dengan ayah n ibu adek2ku.
            Jujur saja, aku memang terbiasa manja di rumah, dimana aku harus merasakan hidup jauh dari orang tua, mulai dari pengaturan keuangan yang sampai saat ini pun belum bisa aku tuntaskan( red: boros)..hehehe *padehal udah mau semester V..:D



Hengkang Dari Gelanggang
                Genderang politik mulai ditabuh dan nampak terlihat betapa mereka haus akan kekuasaan.  Sikut menyikut antar partai  dan salin menjatuhkan antara satu sama lain, yang semakin telihat sexy. Mereka sepertinya sudah tak malu lagi, seakan mentelanjangi diri sendiri.  Hingga berujung pada sebuah kesimpulan, betapa carut marutnya perpolitikan negeri ini. Jika kembali kita runut, semua ini berbuntut pada persoalaan materi dan materi. Penggadaian harga diri pun dipertaruhkan dan siap menjadi budak dari hedonisme. 

Pengamen dan Gang Lusuhnya
Oleh Mayang Indah
Kulihat..
Anak-anak kecil berjalan keluar lorong-lorong sempit nan lusuh
Usang….
Dengan baju lusuh dan kantong recehannya..
Mereka..Anak-anak kecil korban Tirani
Diseberang Jaln, berdiri megah tempat Berjaya : Sekolah..
Anak kecil dan ibu paruhbaya bergegas memasuki gerbang sekolah.