Rabu, 19 Desember 2012


Bahaya SEPILIS (Sekulerisme, Pluralisme dan Liberalisme) bagi ummat Islam

Nampaknya hegemoni barat terus menjalar di tubuh setiap orang di belahan bumi manapun, tak terkecuali bagi orang-orang muslim di seluruh penjuru dunia, arus modernisasi yang deras semakin membawa kita terjerebam dalam hegemoni ini. Banyak sekali  yang terbawa mengikuti arus dan hanyut dalam keindahan serta keglamoran dunia fana . Hingga orang-orang muslim sendiri, seperti kehilangan jati diri mereka yang sebenarnya.
Kemajuan teknologi dan informasi membawa perubahan besar dalam kehidupan kita, sisi positif dan negative tak dapat terelakan, hingga sampai pada puncaknya. Modrenisasi, westernisasi dan sepilis (Sekulerisme, pluralism dan liberalisme) yang seakan-akan membawa angin segar oleh kaum-kaum materialis.


Spesial dari Mama
                Makan siang hari ini terasa hambar, tak begitu menikmati meskipun lauk yang kupilih adalah menu favoritku, nasi ayam bakar bu’de inem. Tempat ini selalu ramai dikunjungi, dari awal perkuliahanku hingga saat ini aku tetap memilih kantin bu’de inem sebagai kantin favorit dan selalu kukunjungi, meskipun hanya sekedar untuk minum es teh atau es jeruk dengan gorengan yang terhidang dimeja, iya aku suka tempat ini, bagian belakang kantin yang langsung berada tepat di bawah pohon-pohon rindang dengan mangga yang sudah ranum siap dipetik
 Bu’de inem berusia sekitar 55 tahun, namun tetap semangat berjualan hingga saat ini, masakannya yang khas membuat siapapun akan jatuh hati dengan masakannya tersebut. Ayam bakar jawa timur yang paling khas di warungnya, hingga selalu ramai di pesan oleh mahasiswa maupun orang umum dan pegawai kampus lainnya.


Secangkir Energen untuk Sahabat..
Udara pagi hari di Indralaya, khususnya Subuh di musim hujan dinginnya menusuk tulang persendian. Aku bangun dan langsung menunaikan sholat subuh di lanjutkan al-mat’surat, berkali-kali mulutku tak berhenti menguap, nampaknya tidurku terasa kurang, waktu empat jam belum menghilangkan rasa  kantuk ini, akhirnya ku putuskan untuk memejamkan mata sejenak, karena tubuh kita juga mempunyai hak untuk istirahat. Ketika beribadahpun, Rasulullah juga menganjurkan untuk tidur jika masih dalam keadaaan mengantuk, karena di takutkan dia tidak focus dan sadar kalau sedang menghadap tuhannya.
Ku mulai memejamkan mata, di iringi alunan lagu melayu yang lembut sarat akan kandungan nasehat ala melayu, aku mulai terbuai dengan alunan musik ini, yang selalu kurindukan akan kebangkitannya, karena sekarang anak muda dan tua tidak begitu banyak meminati lagu ini, bahkan anak-anakpun yang seharusnya mendengarkan lagu anak-anak, tetapi mereka seakan-akan tak menikmati masa itu, inilah salah satu hal terkadang membuatku gelisah, maklum saja aku yang mulai ditempah akan menjadi seorang pendidik, berkeinginan unntuk mengubah pola ini, dan mengenalkan lagu anak-anak yang memiliki nilai mendidik. Bukan bercampur dengan hegemoni anak remaja yang notabennya, lagu sarat akan cinta.