“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat:
"Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi."
Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu
orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami
senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan
berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
(Qs. Al-Baqarah : 30).
Telah jelas sekali bahwasanya
Allah Swt, menciptakan manusia. Lengkap dengan segenap kemampuan yang dimiliki.
Hingga mampu mengemban amanah menjadi seorang khalifah dimuka bumi ini. Karena,
manusia diberi akal pikiran dan diberikan fisik yang sempurna. Hingga tak heran
pada saat iblis disuruh untuk bersujud dengan Nabi Adam as, ia menolak dan
berkata dengan angkuh bahwa dialah makhluk yang sempurna dari pada Nabi Adam as.
Sesungguhnya Allah maha mengetahui siapa yang lebih pantas dan siapa yang lebih
baik, manusia yang telah dikaruniai akal pikiran dan segenap kemampuan hingga
mampu mengelola bumi ini, dengan kemampuan akal pikiran yang ia miliki.
Menempatkan manusia pada posisi sempurna disbanding dengan makhluk lainnya.
Rasulullah Saw, merupakan sosok pemimpin yang sangat disegani oleh penduduk mekah dan madinah. Beliau seorang seorang ayah, kepala agama dan kepala pemerintahan. Beliau mampu menyeimbangkan perannya, yang jika kita pikirkan bahwasnya betapa berat mengemban tugas dan amanah itu.
“ Setiap kalian adalah pemimpin (roi) dan setiap
kalian akan dimintai pertanggungjawaban. Seorang imam adalah pemimpin (roi) dan
akan dimintai pertanggungjawabannya. Seorang suami (rojul) adalah pemimpin
terhadap keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawabannya. Seorang istri
adalah pemimpin dalam rumah tangga suaminya dan akan dimintai
pertanggungjawaban. Seorang pembantu (khadim) adalah pemimpin terhadap harta
majikannya dan akan dimintai pertanggungjawabannya. Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai
pertanggungjawabannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Menarik jika membahas mengenai Leader (pemimpin), bagaimana jadinya jika dalam sebuah instansi, organisasi, rumah tangga dan bahkan dalam sebuah kelompok kecil tidak memiliki seorang pemimpin. Tentu akan menjadi kacau dan tak terarah , tidak ada yang memimpin dan tidak tahu siapa yang akan dipimpin.
Artinya
pemimpin itu memiliki peran penting atas kemajuan dari sebuah wadah dimana dia
berada. Pemimpin harus lah memiliki pengaruh dalam hal apapun, karena pada
hakikatnya pemimpin itu adalah pengaruh yang diberikan kepada orang yang
dipimpinnya atau antar sesama pemimpin, dalam menempati sebuah bargaining
position.
Berbicara
mengenai pemimpin, siapapun pada hakikatnya dapat memimpin. Namun, ada hal yang
harus menjadi principil dari seorang pemimpin, yaitu tanggung jawab dalam
menjalankan amanah yang sedang ia emban, serta mampu mensinergiskan dan
memajukan apa yang sedang ia pimpin, karena hakikat besar dari sebuah kepemimpinan
ialah bagaimana mencetak regenerasi dan menyukseskan organisasi tersebut serta
mampu mewariskan jejak-jejak kesuksesan itu kepada generasi selanjutnya hingga
sama-sama merengguk kesuksesan, akhir yang baiknya manakala ia mampu
mensuskseskan orang lain dengan regenerasi yang baik.
Pertanyaannya
ialah dimana pemimpin yang mampu bertanggungjawab..?
Masih sanggupkah rahim ibu pertiwi melahirkan pemimpin-pemimpin seperti pemimpin terdahulu,,???
Masih sanggupkah rahim ibu pertiwi melahirkan pemimpin-pemimpin seperti pemimpin terdahulu,,???
“Allah
mengakkan hukum yg tidak dapat ditegakkan Alquran melalui tangan penguasa"
(HR. )
Oleh Mayang Indah
HUMAS KAMMI AL-QUDS 2013-2014

0 komentar:
Posting Komentar