Semakin kita dewasa, semakin banyak orang yang kita temui.
Tidaklah mustahil jika suatu ketika ada satu laki-laki dating kepada kita,
Untuk mengikat kita, tapi bukan sebagai istri.
Pacar, HTS-an, menge-take kita, apapun itu.
Jika kamu pikir dia adalah laki-laki yang saleh,
Ketahuilah bahwa orang yang saleh tidak akan mendahului ketentuan Allah,
Untuk mencoba-coba berpasangan, sebelum ia bertemu dengan jodohnya,
Sebelum ia betul-betul berpasangan dengan seorang perempuan,
Di atas janji suci, di hadapan Allah.
Kamis, 20 Juni 2013
Rabu, 29 Mei 2013
Pers Bumi Putra
Diposting oleh
Unknown
di
21.28
Sejarah
Nasional Indoensia IV
Analisis
Perkembangan Pers Bumiputra di Hindia-Belanda
Di
susun oleh :
MAYANG
INDAH (06111004001)
Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Program
Studi Pendidikan Sejarah
Univeristas
Sriwijaya
2013
Senin, 27 Mei 2013
Bayang-bayang yang Masih Terngiang
Diposting oleh
Unknown
di
23.54
Hari ini kembali terlintas kenangan-kenangan manis dalam benak
ini, manakala memori ini kembali mengingat moment-moment kelulusan pada
saat masuk perguruan negeri tinggi. Nostalgia masa lalu memang
memberikan sentuhan yang menakjubkan, mulai dari euphoria, suka dan
dukanya.
Masih segar dalam ingatan, betapa aku menyusun rencana-rencana dengan berbagai macam opsi untuk masuk ke perguruan tinggi negeri , salah satunya aku mengambil langkah mengikuti bimbel di Palembang, tepatnya di Puntik Kayu. Yaa di sana aku tingga bersama orang-orang baru. Saat itu dibantu oleh sepupuku yang tak lain berkuliah di Universitas yang menjadi salah satu sasaranku, tepatnya ia berada di program studi keperawatan. Dia yang membantu mencari tempat kost, tempat bimbel, dan aku diantar dengan ayah n ibu adek2ku.
Jujur saja, aku memang terbiasa manja di rumah, dimana aku harus merasakan hidup jauh dari orang tua, mulai dari pengaturan keuangan yang sampai saat ini pun belum bisa aku tuntaskan( red: boros)..hehehe *padehal udah mau semester V..:D
Masih segar dalam ingatan, betapa aku menyusun rencana-rencana dengan berbagai macam opsi untuk masuk ke perguruan tinggi negeri , salah satunya aku mengambil langkah mengikuti bimbel di Palembang, tepatnya di Puntik Kayu. Yaa di sana aku tingga bersama orang-orang baru. Saat itu dibantu oleh sepupuku yang tak lain berkuliah di Universitas yang menjadi salah satu sasaranku, tepatnya ia berada di program studi keperawatan. Dia yang membantu mencari tempat kost, tempat bimbel, dan aku diantar dengan ayah n ibu adek2ku.
Jujur saja, aku memang terbiasa manja di rumah, dimana aku harus merasakan hidup jauh dari orang tua, mulai dari pengaturan keuangan yang sampai saat ini pun belum bisa aku tuntaskan( red: boros)..hehehe *padehal udah mau semester V..:D
Diposting oleh
Unknown
di
00.44
Hengkang Dari Gelanggang
Genderang politik mulai ditabuh
dan nampak terlihat betapa mereka haus akan kekuasaan. Sikut menyikut antar partai dan salin menjatuhkan antara satu sama lain, yang
semakin telihat sexy. Mereka sepertinya sudah tak malu lagi, seakan
mentelanjangi diri sendiri. Hingga
berujung pada sebuah kesimpulan, betapa carut marutnya perpolitikan negeri ini.
Jika kembali kita runut, semua ini berbuntut pada persoalaan materi dan materi.
Penggadaian harga diri pun dipertaruhkan dan siap menjadi budak dari hedonisme.
Diposting oleh
Unknown
di
00.43
Pengamen
dan Gang Lusuhnya
Oleh
Mayang Indah
Kulihat..
Anak-anak kecil berjalan keluar lorong-lorong sempit nan lusuh
Usang….
Dengan baju lusuh dan kantong recehannya..
Mereka..Anak-anak kecil korban Tirani
Anak-anak kecil berjalan keluar lorong-lorong sempit nan lusuh
Usang….
Dengan baju lusuh dan kantong recehannya..
Mereka..Anak-anak kecil korban Tirani
Diseberang Jaln,
berdiri megah tempat Berjaya : Sekolah..
Anak kecil dan ibu paruhbaya bergegas memasuki gerbang sekolah.
Anak kecil dan ibu paruhbaya bergegas memasuki gerbang sekolah.
Kamis, 28 Maret 2013
Bunga Rampai Dakwah
Diposting oleh
Unknown
di
17.35
Masih
terngiang-ngiang heroiknya reformasi sejak 15 tahun yang lalu, yang mana
digaungkan oleh Pemuda yang seyogyanya tidak akan pernah berhenti menorehkan tinta sejarah, dengan semangat yang
mengusung misi perubahan dari jiwa pemuda saat itu dan tak terlupakan kita
sekarang yang notabennya adalah pemuda.
Perubahan
perekonomian yang cukup membuat ketar-ketirnya pemerintahan orde baru.
Nampaknya adalah momentum tepat masa itu untuk reformasi. Sebut saja KAMMI “
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia” , betapapun tidak sebuah organisasi
yang baru seumur jagung terbentuk pada 29 Maret 1998 dan bahkan ia masih putik
yangs sangat kecil, mampu menggulirkan pemerintahan militer Soeharto pada 21
Mei 1998.
Pemerintahan
yang berkuasa lebih kurang 32 tahun ini dibuat runtuh oleh sebuah perlawanan
kalangan muda masa itu. Jika kita fleshback kembali pada sejarah di mana
Soekarno tahun 1966 digulirkan oleh pemuda, maka pemerintahan orde baru menjadi
lebih preventif lagi. Terbukti dengan diberikan hadiah yang mengejutkan bagi
para aktivis kampus, khusunya dewan mahasiswa( DEMA) dan Senat Mahasiswa ( BEM)
serta banyak aktivitas yang dibatasi ruang geraknya, serta takti dari presiden
yang menginginkan kampus sebagai tempat menuntut ilmu bukan sebagai pengkritik
kebijakan pemerintah, tentu hal ini menjadikan posisi student government menjadi
rancu masa itu serta banyak . Bukan untuk mengurusi Negara serta peraturan yang
sangat membuat gerak dari berbagai ormawa hampir dikuasai oleh dosen, terutama
kaum militer yang mulai menginjakkan kakinya dan mencengkram leher tubuh
kampus.
Fenomena yang terjadi di masa lalu fase Soekarno menjadi
pijakan awal dari pemerintah masa itu. Yang mana mereka harus membuka mata lebar-lebar.
Untuk melek dalam perjalanan di dalam kampus. Awal dari angkatan itu ada pada
08 Budi Utomo, angkatan 1928 lahirnya Sumpah Pemuda,1945 Awal kemerdekaan,1966
itu adalah angkatan pemula yang menurunkan kepemerintahan Soekarno seorang
proklamator, 1974 , 1978 dan 1998’ dan fase 1998 itu adalah fase lahinrya romantika
pergerakan mahasiswa.
KAMMI yang mengambil peran dalam reformasi menunjukan
betapa sebuah organisasi yang seumur jagung ini memliki peran penting dalam
sejarah. Sebuah refleksi dari MILAD ke-15 ini menunjukan KAMMI memiliki
bibit-bibit unggul untuk Indonesia menjadi tonggak awal dari kemajuan bangsa
dengan mengususng BUNGA RAMPAI DAKWAH ( Buku, Ngaji, Ramah Pandai dalam
Berdakwah) sebagai bentuk ruh Perbaikan Bangsa INDONESIA.
# Membumikan Islam
dalam Bingkai Muslim Negarawan
KAMMI Al Quds
Rabu, 27 Maret 2013
Kamis, 21 Maret 2013
Bahaya Lisan dan Keutamaan menjaganya
Diposting oleh
Unknown
di
19.33
“Meninggalkan perkataan yang
tiada berguna itu akan membuahkan kata-kata yang bijak. Sedangkan meninggalkan
pandangan yang tidak berguna itu akan membuahkan kekhusyukan dan ketakutan
terhadap ALLAH SWT. Meninggalkan makan yang berlebihan akan membuahkan
kenikmatan dalam ibadah. Meninggalkan tawa yang berlebihan akan membuahkan
wibawa. Meninggalkan kecendrungan pada yang diharamkan ALLAH Ta’ala.
Meninggalkan sikap mencari keslahan orang lain akan membuahkan hilangnya aib
sendiri. Dan meninggalkan buruk sangka kepada ALLAH akan melenyapkan sifat
ragu, syirik dari hati” (Kata Bijak)
Ada sebuah
kisah menarik di zaman Rasulullah Saw, Manakala di hari itu Rasul tak melihat
Ka’ab. Kemudian Rasulpun bertanya kepada sahabat, “wahai Sahabat dimana kah
gerangan Ka’ab..?”. Lantas sahabat berkata bahwa “Ka’ab sedang sakit ya
Rasul”. Rasulpun bersegera untuk
menjenguk Ka’ab dan berkata “ Wahai
Ka’ab Bergembiralah”.
Mendengar
perkataan ibunda ka’ab spontan berkata “Selamat Engkau memperoleh surga, wahai
Ka’ab”.
Rasullullah
saw lalu bertanya “ Siapa yang berucap seperti itu terhadap ALLAH.? “
Ka’ab
menjawab. Itu Ibuku”
Rasulullah saw. Lalu berkata, “ Bagaimana
engkau tahu, wahai ummu Ka’ab? Barangkali Ka’ab pernah mengucapkan perkataan
yang tidak pantas, atau mendengarkan sesuatu yang tidak pantas. Lalu Rasulullah
saw pun bersabda, “ Ibadah itu ada Sembilan bagian dalam bentuk diam, dan satu
bagian dalam bentuk menjauhi manusia”
Dalam sebuah
hikmah dijelaskan, “ Sembilan dari sepuluh bagian ibadah itu ada dalam diam”.
Dan diceritakan juga dalam kisah wanita
suci Maryam yang bernazar tidak akan berkata apapun dan ia menahan lidahnya
karena ALLAH Ta’ala atas fitnahan, cacian dan makian yang ia terima karena
melahirkan seorang anak tanpa memilki seorang ayah. Maka ALLAH pun membuat
bicara lidahnya seorang bayi (Isa as) yang sebenarnya tidak bisa bicara. ALLAH
telah membuatnya bicara karena Maryam.
Rabu, 20 Maret 2013
Rahim Ibu Pertiwi, masihkah mampu melahirkan pemimpin..??
Diposting oleh
Unknown
di
01.17
Gejolak yang terjadi saat ini,
lengkap dengan potret kepemimpinan yang ada. Gelanggang politik yang makin
terlihat serta percaturan yang saling menghancurkan satu sama lain sudah mulai
mencuat kepermukaan, moment 2014 ialah moment pengkaryaan dan pencitraan.
Masing-masing pemilik tampuk kekuasaan dalam tubuh indonesia saat ini saling
unjuk gigi. Mereka memperlihatkan keunggulan satu sama lain, dan saling siku
menyikut menjatuhan satu sama lain.
Mereka yang berkuasa, makin apik
bermain dengan segenap kelebihan materi yang mereka miliki. Nampaknya Politik
saat ini sudah sangat mahal dan elite. Tak butuh orang yang berkantong tipis,
tapi yang dibutukan orang yang berkantong tebal dan berpakaian necis. Fakta
yang ada, banyak sekali para calon wakil rakyat yang tak terpilih histeris dan
bunuh diri, karena uang yang mereka gunakan untuk kampanye tidak sedkiti.
Bahkan ada yang sudah menjualkan hartanya ataupun menggadaikan rumahnya. Hingga
manakala kegagalan yang ia dapatkan menghasilkan beban psikis dan materi,
banyak yang bunuh diri, stress dan bahkan suami menjual istri.
Ironis memang, betapa fenomena
ini menjadi fenomena yang biasa, utamanya pasca pemilu. Sepertinya masyarakat
saat ini merasa tak tabuh lagi. Pendidikan yang makin carut marut, permasalahan
ekonomi yang tak berkesudahan, hutang luar negeri yang setiap tahun makin menumpuk.
Korupsi di mana-mana serta minimnya karakter pemimpin yang mampu memberikan
solusi dalam permalsahan yang ada.
Krisis kepemiimpin yang ada saat
ini, membentuk opini-opini dalam public. Semakin melihatkan betapa buruknya
sisitem demokrasi yang ada. Demokrasi seperti alat untuk mendapatkan sebuah hak
kekuasaan dan untuk melegalkan apa yang mereka ingin kan. Seperti halnya saat
ini, sudah kita ketahui bersama bahwa saat ini untuk menjadi pejabat pemerintah
harus mengeluarkan kocek yang besar. Jadi nanti ketika ia menjabat, ia harus
mengembalikan modal terlebih dahulu, dan bagaimana ia mau berfokus terhadap
kinerjanya, sedangkan yang ia pikirkan saat ini adalah bagaimana mengembalikan
uang kampanye dengan proyek-proyek yang ada.
Masih banyak lagi kebobrokan yang
lain, system dinasti yang dipakai. Banyaknya kolega dan kalangan keluarga yang
menjadi bagian dari struktur ketika menjabat menjadi pejabat pemerintah,
sehingga dapat dikatakan bahwa pemerintahan saat ini sudah menjadi milik
keluarga seperti Dinasti yang ada pada fase terdahulu. Miris memang melihat
kenyataan yang ada. Terkadang menimbulkan pertanyaan besar dalam ruang hati
ini, semakin tak karuannya politik
negeri ini.
Mencari sosok pemimpin yang berintergritas, loyalitas dan amanah..??
#KAMMI karantina Pemimpin MASA DEPAN...
Mencari sosok pemimpin yang berintergritas, loyalitas dan amanah..??
#KAMMI karantina Pemimpin MASA DEPAN...
Senin, 18 Maret 2013
MENJADI PEMIMPIN MASA DEPAN..
Diposting oleh
Unknown
di
00.38
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat:
"Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi."
Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu
orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami
senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan
berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
(Qs. Al-Baqarah : 30).
Telah jelas sekali bahwasanya
Allah Swt, menciptakan manusia. Lengkap dengan segenap kemampuan yang dimiliki.
Hingga mampu mengemban amanah menjadi seorang khalifah dimuka bumi ini. Karena,
manusia diberi akal pikiran dan diberikan fisik yang sempurna. Hingga tak heran
pada saat iblis disuruh untuk bersujud dengan Nabi Adam as, ia menolak dan
berkata dengan angkuh bahwa dialah makhluk yang sempurna dari pada Nabi Adam as.
Sesungguhnya Allah maha mengetahui siapa yang lebih pantas dan siapa yang lebih
baik, manusia yang telah dikaruniai akal pikiran dan segenap kemampuan hingga
mampu mengelola bumi ini, dengan kemampuan akal pikiran yang ia miliki.
Menempatkan manusia pada posisi sempurna disbanding dengan makhluk lainnya.
Ada Apa Dalam Media Saat Ini...??
Diposting oleh
Unknown
di
00.36
Berita yang ditampilkan dalam media masa saat ini begitu ramai, mulai
dari media cetak (Koran misalnya), media elektronik (Tv, Radio), dan tak luput
internet sebagai media terpopuler yang sering dikunjungi oleh pengggunanya.
Mereka berlomba-lomba menampilkan berita, mulai dari yang biasa hingga yang
kontroversional. Tujuannya tak lain agar beritanya laku di pasaran di mana
masyarakat merupakan objek sasaran penjualan berita. Bahkan dalam berita yang
di tampilkan sering terjadi dualisme pendapat, yang salah bisa menjadi benar
dan yang benar bisa menjadi salah. Ya, itulah untungnya memilki media, mereka
yang memilki media, mereka yang berkuasa. Serta sebagai alat politik. Namun, tak
sadarkah penikmat berita itu bukan hanya orang yang memilki pendidikan tinggi
saja. Tapi, masyarakat awampun seakan tak ingin ketinggalan berita, yang
terlihat mereka seakan memahami berita yang ada, serta membentuk opini-opini
berdasarkan asumsi pribadi. Tanpa bekal pemahaman yang jelas.
Jika kita bayangkan, anak kecilpun sebenarnya sudah terkonteminasi oleh
berita-berita yang semakin hari tak karuan. Bahkan anak kecilpun sudah banyak
yang mengenal Gayus Tambunan, apa lagi setelah keluarnya lagu Gayus Tambunan,
makin terkenallah dia. Poltisi Demokrat Anas Urbaningrum, bahkan adikku yang
saat ini kelas 1 SD pun sudah tau dengan Angelia Sondakh. Tiap kali aku
menonton acara berita di televisi, dia langsung tau dengan nama-nama wakil
rakyat yang tersandung korupsi seperti: Angelia Sondakh. Sontak aku terkejut,
betapa media memiliki pengaruh besar terhadap mengakarnya suatu berita.
MUSKOM XI KAMMI AL-QUDS
Diposting oleh
Unknown
di
00.32
MUSKOM XI KAMMI komisariat Al- Quds
Napak
tilas perjalanan ketua umum periode 201-2012 dan 2012-2013 Rizky Randal Cameron
membawa sebuah nostalgia, hari ini 10 Maret 2013 telah dilantiknya Ketua Umum
baru, akhina Hayrunizar Fakultas Pertanian Jurusan Agroekoteknologi 2010.
Detik
yang menegangkan, manakala saat moment akan dipilihnya ketua baru ini, pasalnya
dari dua nama yang keluar. Hayrunizar dan Ilham Apriliya Wahyudi, kedua nama
ini merupakan nama yang cukup fenomenal di kalangan kader Komisariat Al-Quds
ini sendiri.
Ilham
Aprilya Wahyudi yang menggawangi Kepala Departemen Kaderisasi, yang terbukti
saat ini regenerasi dan pengrekrutan kader yang cukup secara kuantitas untuk
bergerak dan terbilang kader sudah merasakan kedekatan terhadap KAMMI ini sendiri,
khususnya hubungan yang cukup erat diantara kader-kadernya dan ini adalalah
salah satu keberhasilan beliau dalam menjawab kegelisahan yang beliau alami
selama menjadiKepala Departemen Kaderisasi. Keberhasilan beliau perlu
diapresiasi, berawal dari kegelisahan terhadap kader yang minim, sekarang
terpenuhi dengan jumlah kader yang cukup banyak, serta dapat dikatakan
kader-kader saat ini cukup mempunyai kualitas yang memadai.
Jika
tadi meninjau dari al akh Ilham, maka sekarang kita membahas Hayrunizar. Kakak
kita satu ini, bukan hanya terkenal dengan Tape ( Tanpa Ekspresi) tetapi beliau
dikenal dengan Analisis yang tajam dan penyampaian kalimat ataupun pembahsan
yang terkait secara lugas dan mudah dicerna. 9 bulan menjadi Kepala Departemen
Kebijakan Publik membuatnya banyak belajar, hingga saat ini terlahirlah sosok
Hayrunizar yang secara pemikiran-pemikiranya patut diacungi jempol, sejatinya
kita sangat membutuhkan sosok pemimpin yang seperti beliau.
Terpilihnya
Hayrunizar menjadi Ketua Umum KAMMI komisariat Al- Quds tidak secara serta
merta, melalui perundingan panjang serta pertimbangan yang matang. Karena yang
dibutuhkan kedepan, pemimpin harus mampu membaca situasi dan kondisi, serta
memilki pemikiran-pemikiran brilian yang ahli dalam strategi dan analisis.
Langganan:
Postingan (Atom)

